Virtualisasi adalah
sebuah teknologi, yang memungkinkan anda untuk membuat versi virtual dari
sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage data atau sumber
daya jaringan. Proses tersebut dilakukan oleh sebuah software atau firmware
bernama Hypervisor. Hypervisor inilah yang menjadi nyawanya virtualisasi,
karena dialah layer yang “berpura – pura” menjadi sebuah infrastruktur untuk
menjalankan beberapa virtual machine. Dalam prakteknya, dengan membeli dan
memiliki satu buah mesin, anda seolah – olah memiliki banyak server, sehingga
anda bisa mengurangi pengeluaran IT untuk pembelian server baru, komponen,
storage, dan software pendukung lainnya.
Dalam hardware
virtualization, perangkat lunak bekerja membentuk sebuah virtual machine yang
bertindak seolah-olah seperti sebuah komputer asli dengan sebuah sistem operasi
terinstall di dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat satu buah
komputer yang telah terinstall GNU/Linux Ubuntu. Kemudian dengan menggunakan
perangkat lunak virtualization semisal Virtualbox kita dapat menginstall dua
buah sistem operasi lain sebagai contoh Windows XP dan FreeBSD.
Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan
suatu bentuk atau versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya
sistem operasi, perangkat storage/penyimpanan data atau sumber daya
jaringan.
Virtualisasi bisa diimplementasikan kedalam
berbagai bentuk, antara lain (Harry Sufehmi, Pengenalan Virtualisasi, 20090607)
:
- Network Virtualization : VLAN,
Virtual IP (untclustering), Multilink
- Memory Virtualization : pooling
memory dari node-node di cluster
- Grid Computing : banyak
komputer = satu
- Application Virtualization :
Dosemu, Wine
- Storage Virtualization : RAID,
LVM
- Platform Virtualization :
virtual computer
Pembahasan kali ini akan menitikberatkan pada
materi platform virtualization alias virtualisasi komputer dan sistem operasi.
Sumber:
-http://kitatkj2.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-virtualisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar