Selasa, 20 Mei 2014

Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan itu berbeda – beda ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu yang menentukan berat atau tidaknya penderitaan tersebut. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai yang dia inginkan.

Penderitaan pasti akan dialami oleh semua umat manusia, karena hal itu sudah merupakan jalan hidup yang sudah di takdirkan kepada semua umat manusia. Allah SWT memberikan kesenangan dan Kebahagian kepada umatnya, tetapi juga memberikan cobaan atau kesedihan yang bermakna agar kita tidak melupakan Allah SWT yang telah menciptakan dan memberikan semua kenikmatan, rizeki, dan lain – lainnya dan untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus diperbaiki.

Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan dapat berpengaruh terhadap dalam diri maupun luarnya. Diantaranya:

1.Positif
Dalam sikap positif adalah dapat bersikap optimis dalam mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan saja, dibalik penderitaan pasti akan ada hikmah sesudahnya.

2.Sikap Negatif
Dalam sikap ini adalah sikap penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, dan cenderung ingin bunuh diri karena biasanya orang yang seperti ini hanya befikiran penderitaan yang tidak ada habisnya dan tidak mengambil hikmah dari penderitaan tersebut.

Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang yang dimaksud adalah mental. Seseorang akan semakin berkualitas jika orang tersebut memiliki mental yang baik sebaliknya jika orang tersebut tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebuat akan mengalami hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing penderitaan. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.


source : http://makeablur.blogspot.com/


Sabtu, 29 Maret 2014

Konsepsi Ilmu Budaya Dalam Kesusastraan

PENDEKATAN KESUSASTRAAN       
Kesusastraan biasanya dihubungkan dengan sastra dan seni. Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada“kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.Sedangkan Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.       Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.         Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta)        Di zaman sekarang, sastra sudah menjadi karya seni yang begitu banyak digunakan orang sebagai media penyaluran ekpresi mereka. contohnya antara lain : Novel, Cerita/cerpen (tertulis/lisan), Syair, Pantun, Sandiwara/drama, Lukisan/kaligrafi, dan lain-lain. selain penyalur bakat dan ekpresi seni seorang manusia, sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. seperti tradisi budaya Betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.         Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. jika manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka. jika manusia tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. maka akan menggangu kejiwaan atau psikologis manusia tersebut.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSADalam kesusastraan Indonesia ada 2 jenis prosa yaitu prosa lama dan baru :A.    Prosa lama :Dongeng-dongengHikayatSejarahEposCerita pelipur lara
B.     Prosa baru :Cerita pendekRoman/novelBiografiKisahOtobiografi
v  NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSIØ  Prosa fiksi memberikan kesenanganKeistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.Ø  Prosa fiksi memberikan informasiFiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang khidupan msa kini, masalalu, bahkan kehidupan yang akan datang.Ø  Prosa fiksi memberikan warisan kulturalProsa fiksi dapat memberikan imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.Ø  Prosa memberikan keseimbangan wawasanProsa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.v  ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISIPuisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang / unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistik/esletik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.Kreativitas penyair :1.      Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.2.      Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.3.      Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.4.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosisi-asosiasi tertentu.5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga lebih menggugah hati.Alasan penyajian puisi :1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusiaPerakaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut " pengalaman perwakilan". Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.2.      Puisi dan kesadaran individualDengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik oranglain maupun diri sendiri.3.      Puisi dan kasadaran sosialPuisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :·         Penderitaan atas ketidak adilan·         Perjuangan untuk kekuasaan·         Konflik dengan sesamanya·         Pemberontakan terhadap hukum TuhanPuisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih.


source : http://obi32softskill-repository.blogspot.com/2013/03/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam_2761.html

Kaitan Manusia & Kebudayaan

Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, berasal dari bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”. Secara bahasa, kata manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi  atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah, manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/pemudi, dewasa, dan orang tua. Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama, hubungan kekerabatan, dan lain sebagainya.

Kata “budaya” atau “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Budaya diartikan sebagai hal yang berhubungan dengan budi atau akal manusia. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture yang berasal dari bahasa Latin, yaitu Colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan. Jadi, budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Budaya terbentuk dari banyak unsure, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni.


Hubungan manusia dengan kebudayaannya sangat erat, karena aktifitas manusia yang dilakukan setiap hari secara rutin dapat disebut budaya. Karena, aktifitas tersebut akan mendarah daging dalam setiap manusia. Contohnya sekolah, pada zaman dahulu sekolah merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang anak-anak selain bermain. Kegiatan tersebut terdiri dari belajar membaca, berhitung, mengenal moral, dan seni. Tetapi saat ini arti dari sekolah telah berubah menjadi kegiatan yang harus dilakukan anak-anak untuk menggapai masa depan yang cerah. Sekolah saat ini sudah menjadi budaya manusia, hampir di seluruh negara di dunia.

Source : 
http://reinata-andriyanie.tumblr.com/post/39830789032/hubungan-manusia-dan-kebudayaan

Peninjauan Ilmu Budaya Dasar

Apa sih Ilmu Budaya Dasar sebenarnya ?
      Ilmu budaya dasar tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia, sedangkan ilmu budaya dasar yaitu pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Pengetahuan Budaya ( the humanities )

 

      Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
      Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

    Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

source : http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Minggu, 01 Desember 2013

Individu, keluarga, dan Masyarakat

1. Pengertian Individu dan Pertumbuhan

Pengertian Individu

Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

Pengertian pertumbuhan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. 

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan

a) Pendirian Nativistik
Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni musik maka kemungkinannya besar anaknya juga menjadi pemain musik atau menjadi penyanyi.
b) Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali.
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut :
a. Masa Vital yaitu dari 0.0 samapi kira-kira 2.0 tahun.
b. Masa Estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun.
c. Masa Intelektual dari kira-kira umur 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
d. Masa Sosial, kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun

3. Pengertian Fungsi Keluarga dan Jenis Fungsi Keluarga

    Keluarga adalah lingkup masyarakat terkecil yang pertama dirasakan oleh individu. Karakter dan sifat seorang individu sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial keluarga. Contoh keluarga adalah orangtua, kakek, nenek, kakak, adik dan lainnya yang memiliki hubungan darah dengan individu. Keluarga memiliki peran besar, tentunya dengan fungsi-fungsi yang besar terhadap individu.

4. Golongan Masyarakat

    a. Masyarakat Sederhana
       Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pekerjaan cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pada masyarakat ini keterbatasan kemampuan fisik wanita ataupun pria menjadi tolak ukurnya. Karena pada zaman itu masyarakat belum terjamah oleh teknologi dan keadaan alam pun yang masih sangat kejam dan penuh dengan tantangan.
    b. Masyarakat Maju
        Masyarakat ini memiliki berbagai macam kelompok sosial atau kelompok organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan tertentu di masyarakat. Dapat dibedakan menjadi :    -  Masyarakat non industri
-  Masyarakat industri

5. Keterkaitan antara Individu, Keluarga, Masyarakat  

Individu, keluarga, serta masyarakat memiliki keterpautan satu dengan yang lainnya.
· Individu dengan keluarga
Hubungan ini sangatlah mutlak karena individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang kelak suatu saat individu tersebut akan membentuk keluarganya sendiri. Peran individu dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, sosial, dan psikologis.
· Individu dengan masyarakat
Ini merupakan tahap dimana individu yang telah mempelajari fungsi sosial dalam keluarga kemudian terjun ke suatu ruang lingkup yang sangatlah luas, yakni masyarakat. Masyarakat tersebut bersifat makro, yang pada hakekatnya terdiri dari sekian banyak komunitas yang berbeda.

6. Makna Individu, Keluarga, Masyarakat  serta hubungan dari ketiga hal tersebut .

    Inti dari ketiga hal ini adalah Masyarakat adalah Golongan yang terdiri dari Keluarga dan  Keluarga adalah unit kecil yang terdiri dari Individu-individu yang memiliki hubungan darah. hubungan ketiga hal tersebut adalah saling terikat dalam pertumbuhan suatu individu yang maksudnya adalah akan menjadi apakah individu tersebut. Di dalam Masyarakat dan Keluarga inilah Individu mengalami pendidikan moral.
  
7. Pengertian Urbanisasi serta proses terjadinya Urbanisasi.

   Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk desa ke kota. Hal inilah yyang menyebabkan pertumbuhan penduduk yang cukup besar di daerah perkotaan. Prosesnya sendiri dimulai ketika daerah desa sudah tidak cukup menjanjikan untuk tempat mencari nafkah. kemudian para warga desa mulai mencoba nasib di kota untuk memperbaiki hidupnya. Urbanisasi sebagian besar bertujuan untuk mencari biaya hidup.

8. Permasalahan Sosial
Salah satu masalah sosial adalah tawuran antar pelajar SMA. Itu adalah salah satu permasalahan dimana para pelajar kurang mendapatkan perhatian lebih dari keluarga atau bahkan tidak dipantau oleh orang tua pelaku tawuran. 


Kesimpulan :
Peran keluarga sangat penting bagi kita semua dan juga sangat berharga karena keluarga adlah sala satu tempat kita untuk curhat dan pemberi soslusi yang tepat. Keluarga juga bisa sebagai motivasi kita untuk melakukan sesuatu 

FUNGSI



Bab IV
FUNGSI

A.   Definisi Fungsi
        Pandang Himpunan A dan B. R adalah suatu cara yang menghubungkan/mengkaitkan elemen A dengan elemen B. Suatu Relasi R Antara A dan B. Misalkan, f suatu relasi antara A dan B dengan sifat:f mengkaitkan setiap elemen A,dengan satu dan hanya satu elemen B.f disebut fungsi dari A ke B. Ditulis f:A -> B.
Contoh:
Misalkan A = {a,b,c,d} dan B = {1,2,3}. Definisikan suatu fungsi f:A -> B sebagai berikut:
a -> 1,b -> 3,c -> 2,d -> 3 atau f(a) = 1,f(b) = 3,f(c) = 2,f(d) = 3.
Gambarnya:




B.   Grafik Fungsi dan Sistem Koordinat
Suatu fungsi dapat digambar grafiknya dengan cara menggambarkan pasangan-pasangan tertentu dari fungsi tersebut.
Contoh:


C.   Daerah Definisi(Domain) dan Daerah Nilai (Range)
Pandang suatu fungsi f: A -> B. Himpunan A disebut daerah definisi(domain)dari f,ditulis A = Df Himpunan B disebut kodomain dari f ditulis B = Kf Rf = {y|y = f(x),xE A} suatu himpunan bagian dari B, merupakan himpunan semua peta dari f. Himpunan Rf disebut daerah nilai(ranger) dari fungsi f.
Contoh:
Diketahui f:R# -> R# dengan x -> x2 . Maka Df = R#, sedangkan Rf = {y|y >= 0} = himpunan bilangan nonnegatif.
Grafik fungsi f merupakan setengah lingkaran di atas sumbu x dengan pusat (0,0) dan jari-jari = 1.




D.  Beberapa Jenis Fungsi Real
1.   Fungsi Polinom
-Fungsi Polinom (sukubanyak) mempunyaibentuk bilangan real dan n bilangan bulat positif. Fungsi f(x) diatas disebut polinom berderajat n.
2.   Fungsi Aljabar
-Fungsi Aljabar adalah suatu fungsi y = f(x)yang memenuhi persaman bentuk
3.   Fungsi Transenden
-Fungsi eksponensial
-Fungsi logaritma
-Fungsi trigonometri
-Fungsi siklometri(fungsi invers trigonometri)
-Fungsi Hiperbolik

E.   Beberapa Definisi
a.   Fungsi Konstanta
Fungsi Konstanta adalah suatu fungsi real yang berbentuk: f(x) = k,untuk x
Variable real dan k suatu bulangan real tertentu.
b.   Fungsi Identitas(kesatuan)
c.   Funsi Satu-satu(one-one)
d.   Fungsi Pada(Onto)
e.   Fungsi Komposisi(Tersusun)
f.    Fungsi Invers
g.   Fungsi Eksplisit,Implisit,Berharga banyak
h.   Fungsi Genap
i.     Fungsi Periodik
j.    Fungsi Terbatas
k.   Fungsi Monoton






F.   Contoh-Contoh Menggambar Grafik(dalam Koordinat Cartesius)
1. Grafik Hanya Pada Interval Tertentu
2. Grafik yang mengandung Harga Mutlak
3. Grafik yang mengandung [a]
4. Grafik yang Mengngandung Fungsi Maks dan Min
G.  Fungsi Dalam Bentuk Parameter
Fungsi kadang-kadang lebih mudah dalam bentuk parameter.
Beberapa contoh dalam bentuk parameter:
1.   Sikloida: jika suatu lingkaran berjari-jari a dijalankan di atas sumbu X, suatu titik pada roda akan  mejalani lintasan berupa sikloida.
2.   Hiposikloida: jika sebuah linkaran dijalan pada tepi dalam lingkarang lain yang lebih besar (jari-jari a),terjadi suatu hiposikloida.
Jika a = 4b, persamaan bentuk

H.  Koordinat Polar
`Selain system koordinat Cartesius,dikenal pulsa system koordinat Polar system titik pada bidang dasar kita nyatakan dalampasangan terurut
r= panjang vector posisi titk
P= panjang
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/mata4210/koordinat_polar_files/image006.gif=Sudut polar=sudut antara sumbu polar dengan OP(dengan arah berlawanan jarum jam).sumbu polar diimpitkan dengan sumbu x pada kordinat cartesius. Demikian pula hal nya titik 0.

I.    Fungsi Liner
Jenis fungsi yang sederhana adalah fungsi liner.
Sebuah persamaan dalam bentuk: Ax+By = C, dimana A,B, dan C adalah konstanta-konstana serta A dan B kedua-duanya tidak nol disebut persamaan/fungsi linear. Sebuah fungsi linear pada bilangan real adalah himpunan solusi dari persamaan linear.
J.    Kedudukan Dua Buah Garis Lurus
Kemungkinan dari kedudukan dua buah garis lurus dapat dianalisasi berdasarkan slope kedua garis tersebut. Misalkan diketahui dua buah garis lurus, yaitu l1 : y = m1x + n1 dan l2 : y = m2 x + n2.
Bab V

LIMIT DAN KONTINUITAS FUNGSI
A.   Limit Barisan dan Konvergensi

Perhatikan barisan berikut: 1.79, 1.799, 1.7999 ... Kita dapat mengamati bahwa angka-angka tersebut "mendekati" 1.8, limit dari barisan tersebut.Secara formal, misalkan x1, x2, ... adalah barisan bilangan riil. Kita menyebut bilangan riil L sebagai limit barisan ini dan menuliskannya sebagai
 \lim_{n \to \infty} x_n = L
yang artinya
Untuk setiap bilangan riil ε > 0, terdapat sebuah bilangan asli n0 sehingga untuk semua n > n0, |xn − L| < ε.
Secara intuitif ini berarti bahwa pada akhirnya semua elemen barisan tersebut akan mendekat sebagaimana yang kita kehendaki terhadap limit, karena nilai absolut |xn − L| adalah jarak antara x dan L. Tidak semua barisan memiliki limit. Bila ada, kita menyebutnya sebagai konvergen, bila tidak, disebut divergen. Dapat ditunjukkan bahwa barisan konvergen hanya memiliki satu limit.
Limit barisan dan limit fungsi berkaitan erat. Pada satu sisi, limit barisan hanyalah limit pada tak terhingga dari suatu fungsi yang didefinisikan pada bilangan asli. Di sisi lain, limit sebuah fungsi f pada x, bila ada, sama dengan limit barisan xn = f(x + 1/n).

Minggu, 27 Oktober 2013

PTKI-A

1.Cara kerja penyimpanan Optic dan Magnetic
OPTIC
Optical disk adalah salah satu contoh dari removable disk. Teknologi penyimpanan data pada magneto-disk adalah dengan cara menyinari permukaan disk dengan sinar laser yang ditembakkan dari disk head. tempat yang terkena sinar laser ini kemudian digunakan untuk menyimpan bit data. untuk mengakses data yang telah disimpan, head mengakses data tersebut dengan bantuaan kerr effect. cara kerja kerr effect adalah ketika suatu sinar laser dipantulkan dari sebuah titik magnetik. palarisasinya akan diputar secara atau berlawanan dengan arah jarum jam, tergantung dari orientasi medan magnetiknya. rotasi inilah yang dibaca oleh head disk sebagai sebuah bit data.
    Ada tiga tipe perekeman yang didukung oleh optical disk yaitu :
◦    read-only (contohnya : CD dan CD-ROM);
◦    recordable (write-once contohnya CD-R);
◦    re-recordable (rewritable contohnya CD-RW).

MAGNETIC
Magnetic disk adalah istilah yang mengacu pada penyimpanan data pada media magnetik. dan merupakan bentuk memori non-volatile. Contoh  dari media penyimpanan magnetik termasuk disket, pita rekaman magnetik dan garis-garis magnetik pada kartu kredit.
Magnetic disk merupakan sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi. Berdasarkan ukurannya magnetic disk dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1.     FLOOPY DISK ( DISKETTE )
2.     ZIP DRIVE
3.     HARDDISK

2.PENGERTIAN MEMORI
Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori biasanya disebut juga dengan istilah : computer storage, computer memory atau memory, merupakan piranti komputer yang digunakan sebagai media penyimpan data dan informasi saat menggunakan komputer. Memory merupakan bagian yang penting dalam komputer modern dan letaknya di dalam CPU (Central Processing Unit). Sebagian besar komputer memiliki hirarki memori yang terdiri atas tiga level, yaitu:
physical Register di CPU, berada di level teratas. Informasi yang berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU.
Primary Memory (executable memory), berada di level tengah. Contohnya, RAM. Primary Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara relatif dapat diakses dengan cepat, dan bersifat volatile (informasi bisa hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori ini dengan instruksi single load dan store dalam beberapa clock cycle.
Secondary Memory, berada di level bawah. Contohnya, disk atau tape. Secondary Memory diukur sebagai kumpulan dari bytes (block of bytes), waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile (informasi tetap tersimpan ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device, jadi akses meliputi aksi oleh driver dan device.

3.Cara Start Up Komputer
Ketika sebuah komputer pertama kali dijalankan, komputer akan melakukan sebuah proses yang disebut booting. Proses ini terdiri dari beberapa tahap yaitu :
1.BIOS menjalankan proses "Power On Self Test" (POST), selama POST, yaitu melakukan pengetesan terhadap komponen-komponen (hardware komputer) seperti display adapter, memori,hardisk dan keyboard.

2.Komonen yang pertama kali dicek adalah display adapter (yang mempunyai built in test routine sendiri). Pada tahap ini  kita bisa melihat layar monitor hanya menampilkan informasi Display Adapter

3.Setelah selesai menjalankan built in routine display adapter, BIOS kembali menjalankan POST routine dan kita bisa melihat tampilan utama POST di layar monitor.
POST melakukan pengetesan terhadap Processor dan menampilkan versi Processor ke layar monitor.

4.Setelah pengecekan Processor selesai, kita bisa masuk ke menu BIOS biasanya dengan menekan tombol DEL atau F2 untuk melakukan beberapa setingan yang diperlukan.
Misalkan kita tidak masuk ke menu BIOS, maka proses booting akan berlanjut dengan BIOS melakukan pengecekan terhadap memory yang terinstall

5.BIOS kemudian melakukan pengecekan terhadap koneksi hardware seperti hard disk, CD Drive dan Floppy Drive.

6.Jika koneksi tidak sesuai dengan setingan yang terdapat pada BIOS, maka proses booting akan berhenti dan kita harus kembali masuk ke menu BIOS untuk membetulkannya.

7.Ketika semua proses diatas sudah terlewati dengan baik, maka BIOS akan menampilkan ringkasan hardware yang terdeteksi ke layar.
BIOS kemudian memanggil "BIOS Operating System Bootstrap Interrupt " yang akan menemukan "bootable disk" dengan mencoba me-load setiap disk yang dikonfigurasi sebagai "bootable disk" pada settingan BIOS.

8.Setelah BIOS menemukan "bootable disk", kemudian me-load program yang terdapat pada "Master Boot Record (MBR)" dari disk ke dalam memori komputer. Misalkan MBR tersebut terdapat pada partisi yang terinstall sistem operasi windows XP, maka proses kemudian akan berpindah dari proses "Start up Computer" ke proses "Start Up Windows XP".