Jumat, 06 Juni 2014

Hubungan Manusia & Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang di anut oleh suatu masyarakat yang di pilih secara selektif oleh para individu dan golongan dalam masyarakat. Setiap manusia memiliki keinginan baik maupun buruk. Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup,sikap tersebut bisa positif,negatif,apatis atau sikap optimis maupun pesimis tergantung kepada pribadi dan lingkungannya.
Manusia adalah bagian dari pandangan hidup. Dalam kehidupan tidak ada seorang pun manusia yang tidak memiliki pandangan hidup. Apapun yang di katakan manusia adalah sebuah pandangan hidup karena dapat dipengaruhi oleh pola pikir tertentu pada setiap individu. Pandangan hidup bersifat elastis, tergantung kepada situasi dan kondisi dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup dimana manusia tsb berada.
Sumber pandangan hidup berasal dari agama, ideologi maupun hasil perenungan seseorang yang bersifat relatif. Setiap individu memiliki pandangan hidup dan cita-citanya sendiri dan selalu bermimpi untuk mencapai apa yang dia inginkan sesuai dengan cita-citanya.Tidak sedikit manusia yang mimpinya menjadi kenyataan. Bermula dari mimpi akan menjadikan kita semangat untuk mengejar mimpi tersebut.
Banyak faktor mempengaruhi pikiran, ucapan dan tindakan. Demikian juga banyak hal yang mempengaruhi pilihan dan keputusan kita. Segelintir orang mengambil sikap seperti bunglon, membiarkan lingkungan mereka (termasuk orang lain) mengendalikan pikiran dan perilaku mereka. Seperti pepatah kuno mengatakan, “Anda dibentuk oleh kelompok kerabat dan teman yang Anda miliki.” Beberapa orang lainnya ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Tindakan dan proses pengambilan keputusan mereka relatif konsisten, baik di tempat bekerja, di rumah atau dalam kehidupan bermasyarakat.
Pandangan hidup merupakan pedapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup seseorang timbul dari banyaknya proses pengalaman hidup yang mereka alami, yang menyebabkan pandangan hidup seseorang dapat berkembang seiring waktu yang berjalan.
Bagi kita semua, tampaknya pandangan hidup adalah faktor terpenting pembentuk jati diri dan perbuatan. Pandangan hiduplah yang memberikan warna pada apa yang kita lihat di dunia sekitar kita, dan memberikan kita pola penafsiran peran dalam dunia ini. Pandangan hidup berpengaruh sangat besar: pandangan hidup membentuk apakah seseorang akan menjadi pencinta nilai-nilai kemanusiaan (filantropis) atau teroris; menjadi seorang pelayan yang rendah hati atau manipulator yang egois; menjadi seorang yang optimis atau pesimis; menjadi seorang yang rohani atau yang meragukan keberadaan Tuhan (agnostik); menjadi “pemberi” atau “penerima”.
Klasifikasi pandangan hidup:
  1. Pandangan Hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasal dari bahasa latin religare, yang berarti “menambatkan”) yaitu sebuah institusi dengan keanngotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideologi, disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut Macam-macam norma di Indonesia :
    - Norma adat
    - Norma kesusilaan
    - Norma agama
    - Norma kesopanan
  3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. Pandangan hidup hasil renungan merupakan buah pikir dari individu yang menganut pandangan hidup tersebut.
Unsur” Pandangan Hidup:
  1. Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran (kamus umum Bahasa Indonesia). Cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Apabila cita-cita tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Faktor” yang mempengaruhi seseorang memperoleh apa yang dicita-citakan :
• Faktor Manusia
• Faktor Tingginya Cita-cita
• Faktor Kondisi
  1. Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan bermoral. Atas dorongan suara hatinya, manusia cenderung berbuat baik.
  2. Sikap hidup ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup. Sikap ialah kesesuaian reaksi terhadap kategori stimulus tertentu, sikap seringkali dihadapkan dengan rangsang sosial atau reaksi yang bersifat emosional. Sikap dapat dibentuk sesuai kemauan yang membentuknya.
Inilah yang menyebabkan perubahan pribadi – yang tetap dan mendasar – sering kali sangat sulit terjadi. Kita mungkin dapat mengubah perilaku yang tampak dari luar, tetapi pandangan hidup yang tertanam di dalam diri sangat sulit dibentuk-ulang. Sama seperti mengecat dan memperhalus permukaan tong sampah yang penyok dan bau: Dari luar tong sampah itu akan terlihat bagus, tetapi keadaan di dalamnya masih tetap sama, tetap usang dan busuk.
Jadi apabila kita memiliki masalah dengan sifat-sifat terselubung – misalnya kecenderungan menjadi serakah atau sifat materialistik yang berlebihan; terobsesi dengan keberhasilan dalam karier atau bisnis, hingga mengabaikan kepentingan diri kita atau orang lain; atau memendam sakit hati atau cemburu pada rekan kerja – harus dipahami bahwa hal-hal seperti ini tidaklah akan hilang hanya dengan berusaha menganggapnya tidak ada. Perubahan sejati terjadi dari dalam ke luar, bukan sebaliknya.
Hubungan Pandangan Hidup Masyarakat.
Hubungan pandangan mengenai kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia. Pandangan tentang manusia ini di dasarkan pada Pancasila. Dari sini dapat pula diartikan sebagai pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hubungan inilah manusia dapat hidup dan menghidupi. Manusia hidup dalam hubungan dengan Tuhannya dan dalam perlindunganNya selamanya termasuk dengan lingkungan. Dengan dan dalam kebudayaan dan serba hubungan menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.

Pandangan Hidup Berbangsa dan Bernegara
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila ketiga terutama konsep E Renan, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan,sedangkan factor-faktor yang mendorong manusia ingin bersatu itu bermacam-macam. Dalam hal ini apa yang digariskan oleh pasal 2 ayat
(1) menegaskan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk republik. Faktor pendorong kearah persatuan yang ditekankan oleh WD ialah pendidikan, budaya yang diatur dalam pasal 31ayat
(2) pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu sistem penghujatan nasional yang diatur dengan undang-undang.

Manusia Dan Pandangan Hidup Secara Psikologi
Manusia adalah manusia yang harus dididik, hal itu tidak terlepas dari potensi psikologis yang diiniliki oleh tiap-tiap individu. Mencerdaskan daya pikir manusia dengan melalui mata pelajaran “menulis, membaca dan berhitung” atau lebih dikenal dengan istilah 3R (writing, reading and arithmetic). Akan tetapi, sesuai dengan perkembangan serta tuntutan hidup manusia sehingga tugas tersebut semakin bertambah dan meluas, yaitu kecuali mencerdaskan otak yang terdapat dalam kepala juga mendidik ahklak atau moralitas yang berkembang dari dalam hati atau dada. Oleh karena itu, semakin meningkatnya rising demands (kebutuhan yang meningkat) maka akhirnya manusia ingin mendidik pula kecekatan atau ketrampilan tangan untuk bekerja terampil.

Manusia merupakan mahkluk hidup yang lebih sempurna apabila dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk hidup yang lain. Akibat dari unsur kehidupan yang ada pada manusia, manusia berkembang dan mengalaini perubahan-perubahan, baik perubahan dan segi psikologis ataupun pisiologis. Bagaimana manusia berkembang akan dibicarakan secara mendalam pada psikologi perkembangan sebagai salah satu psikologi khusus yang membicarakan tentang masalah perkembembangan manusia dalam kesempatan ini akan diketengahkan mengenai faktor-faktor yang akan menentukan dalam perkembangan manusia. Mengenai faktor yang menentukan perkembangan manusia ternyata terdapat bermacam-macam pendapat dari para ahli, sehingga pendapat itu menimbulkan bermacam-macarn teori mengenai perkembangan manusia.

source : http://shinsengumi1.wordpress.com/2010/05/12/hubungan-manusia-dengan-pandangan-hidup/
             http://aliseptiansyah.wordpress.com/2013/05/06/tugas-1-manusia-dan-pandangan-hidup/

Selasa, 20 Mei 2014

Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan itu berbeda – beda ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu yang menentukan berat atau tidaknya penderitaan tersebut. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai yang dia inginkan.

Penderitaan pasti akan dialami oleh semua umat manusia, karena hal itu sudah merupakan jalan hidup yang sudah di takdirkan kepada semua umat manusia. Allah SWT memberikan kesenangan dan Kebahagian kepada umatnya, tetapi juga memberikan cobaan atau kesedihan yang bermakna agar kita tidak melupakan Allah SWT yang telah menciptakan dan memberikan semua kenikmatan, rizeki, dan lain – lainnya dan untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus diperbaiki.

Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan dapat berpengaruh terhadap dalam diri maupun luarnya. Diantaranya:

1.Positif
Dalam sikap positif adalah dapat bersikap optimis dalam mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan saja, dibalik penderitaan pasti akan ada hikmah sesudahnya.

2.Sikap Negatif
Dalam sikap ini adalah sikap penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, dan cenderung ingin bunuh diri karena biasanya orang yang seperti ini hanya befikiran penderitaan yang tidak ada habisnya dan tidak mengambil hikmah dari penderitaan tersebut.

Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang yang dimaksud adalah mental. Seseorang akan semakin berkualitas jika orang tersebut memiliki mental yang baik sebaliknya jika orang tersebut tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebuat akan mengalami hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing penderitaan. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.


source : http://makeablur.blogspot.com/


Sabtu, 29 Maret 2014

Konsepsi Ilmu Budaya Dalam Kesusastraan

PENDEKATAN KESUSASTRAAN       
Kesusastraan biasanya dihubungkan dengan sastra dan seni. Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada“kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.Sedangkan Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.       Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.         Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta)        Di zaman sekarang, sastra sudah menjadi karya seni yang begitu banyak digunakan orang sebagai media penyaluran ekpresi mereka. contohnya antara lain : Novel, Cerita/cerpen (tertulis/lisan), Syair, Pantun, Sandiwara/drama, Lukisan/kaligrafi, dan lain-lain. selain penyalur bakat dan ekpresi seni seorang manusia, sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. seperti tradisi budaya Betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.         Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. jika manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka. jika manusia tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. maka akan menggangu kejiwaan atau psikologis manusia tersebut.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSADalam kesusastraan Indonesia ada 2 jenis prosa yaitu prosa lama dan baru :A.    Prosa lama :Dongeng-dongengHikayatSejarahEposCerita pelipur lara
B.     Prosa baru :Cerita pendekRoman/novelBiografiKisahOtobiografi
v  NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSIØ  Prosa fiksi memberikan kesenanganKeistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.Ø  Prosa fiksi memberikan informasiFiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang khidupan msa kini, masalalu, bahkan kehidupan yang akan datang.Ø  Prosa fiksi memberikan warisan kulturalProsa fiksi dapat memberikan imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.Ø  Prosa memberikan keseimbangan wawasanProsa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.v  ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISIPuisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang / unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistik/esletik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.Kreativitas penyair :1.      Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.2.      Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.3.      Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.4.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosisi-asosiasi tertentu.5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga lebih menggugah hati.Alasan penyajian puisi :1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusiaPerakaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut " pengalaman perwakilan". Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.2.      Puisi dan kesadaran individualDengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik oranglain maupun diri sendiri.3.      Puisi dan kasadaran sosialPuisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :·         Penderitaan atas ketidak adilan·         Perjuangan untuk kekuasaan·         Konflik dengan sesamanya·         Pemberontakan terhadap hukum TuhanPuisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih.


source : http://obi32softskill-repository.blogspot.com/2013/03/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam_2761.html

Kaitan Manusia & Kebudayaan

Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, berasal dari bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”. Secara bahasa, kata manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi  atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah, manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/pemudi, dewasa, dan orang tua. Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama, hubungan kekerabatan, dan lain sebagainya.

Kata “budaya” atau “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Budaya diartikan sebagai hal yang berhubungan dengan budi atau akal manusia. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture yang berasal dari bahasa Latin, yaitu Colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan. Jadi, budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Budaya terbentuk dari banyak unsure, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni.


Hubungan manusia dengan kebudayaannya sangat erat, karena aktifitas manusia yang dilakukan setiap hari secara rutin dapat disebut budaya. Karena, aktifitas tersebut akan mendarah daging dalam setiap manusia. Contohnya sekolah, pada zaman dahulu sekolah merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang anak-anak selain bermain. Kegiatan tersebut terdiri dari belajar membaca, berhitung, mengenal moral, dan seni. Tetapi saat ini arti dari sekolah telah berubah menjadi kegiatan yang harus dilakukan anak-anak untuk menggapai masa depan yang cerah. Sekolah saat ini sudah menjadi budaya manusia, hampir di seluruh negara di dunia.

Source : 
http://reinata-andriyanie.tumblr.com/post/39830789032/hubungan-manusia-dan-kebudayaan

Peninjauan Ilmu Budaya Dasar

Apa sih Ilmu Budaya Dasar sebenarnya ?
      Ilmu budaya dasar tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia, sedangkan ilmu budaya dasar yaitu pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Pengetahuan Budaya ( the humanities )

 

      Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
      Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

    Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

source : http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Minggu, 01 Desember 2013

Individu, keluarga, dan Masyarakat

1. Pengertian Individu dan Pertumbuhan

Pengertian Individu

Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

Pengertian pertumbuhan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. 

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan

a) Pendirian Nativistik
Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni musik maka kemungkinannya besar anaknya juga menjadi pemain musik atau menjadi penyanyi.
b) Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali.
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
d) Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut :
a. Masa Vital yaitu dari 0.0 samapi kira-kira 2.0 tahun.
b. Masa Estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun.
c. Masa Intelektual dari kira-kira umur 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
d. Masa Sosial, kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun

3. Pengertian Fungsi Keluarga dan Jenis Fungsi Keluarga

    Keluarga adalah lingkup masyarakat terkecil yang pertama dirasakan oleh individu. Karakter dan sifat seorang individu sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial keluarga. Contoh keluarga adalah orangtua, kakek, nenek, kakak, adik dan lainnya yang memiliki hubungan darah dengan individu. Keluarga memiliki peran besar, tentunya dengan fungsi-fungsi yang besar terhadap individu.

4. Golongan Masyarakat

    a. Masyarakat Sederhana
       Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pekerjaan cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pada masyarakat ini keterbatasan kemampuan fisik wanita ataupun pria menjadi tolak ukurnya. Karena pada zaman itu masyarakat belum terjamah oleh teknologi dan keadaan alam pun yang masih sangat kejam dan penuh dengan tantangan.
    b. Masyarakat Maju
        Masyarakat ini memiliki berbagai macam kelompok sosial atau kelompok organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan tertentu di masyarakat. Dapat dibedakan menjadi :    -  Masyarakat non industri
-  Masyarakat industri

5. Keterkaitan antara Individu, Keluarga, Masyarakat  

Individu, keluarga, serta masyarakat memiliki keterpautan satu dengan yang lainnya.
· Individu dengan keluarga
Hubungan ini sangatlah mutlak karena individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang kelak suatu saat individu tersebut akan membentuk keluarganya sendiri. Peran individu dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, sosial, dan psikologis.
· Individu dengan masyarakat
Ini merupakan tahap dimana individu yang telah mempelajari fungsi sosial dalam keluarga kemudian terjun ke suatu ruang lingkup yang sangatlah luas, yakni masyarakat. Masyarakat tersebut bersifat makro, yang pada hakekatnya terdiri dari sekian banyak komunitas yang berbeda.

6. Makna Individu, Keluarga, Masyarakat  serta hubungan dari ketiga hal tersebut .

    Inti dari ketiga hal ini adalah Masyarakat adalah Golongan yang terdiri dari Keluarga dan  Keluarga adalah unit kecil yang terdiri dari Individu-individu yang memiliki hubungan darah. hubungan ketiga hal tersebut adalah saling terikat dalam pertumbuhan suatu individu yang maksudnya adalah akan menjadi apakah individu tersebut. Di dalam Masyarakat dan Keluarga inilah Individu mengalami pendidikan moral.
  
7. Pengertian Urbanisasi serta proses terjadinya Urbanisasi.

   Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk desa ke kota. Hal inilah yyang menyebabkan pertumbuhan penduduk yang cukup besar di daerah perkotaan. Prosesnya sendiri dimulai ketika daerah desa sudah tidak cukup menjanjikan untuk tempat mencari nafkah. kemudian para warga desa mulai mencoba nasib di kota untuk memperbaiki hidupnya. Urbanisasi sebagian besar bertujuan untuk mencari biaya hidup.

8. Permasalahan Sosial
Salah satu masalah sosial adalah tawuran antar pelajar SMA. Itu adalah salah satu permasalahan dimana para pelajar kurang mendapatkan perhatian lebih dari keluarga atau bahkan tidak dipantau oleh orang tua pelaku tawuran. 


Kesimpulan :
Peran keluarga sangat penting bagi kita semua dan juga sangat berharga karena keluarga adlah sala satu tempat kita untuk curhat dan pemberi soslusi yang tepat. Keluarga juga bisa sebagai motivasi kita untuk melakukan sesuatu 

FUNGSI



Bab IV
FUNGSI

A.   Definisi Fungsi
        Pandang Himpunan A dan B. R adalah suatu cara yang menghubungkan/mengkaitkan elemen A dengan elemen B. Suatu Relasi R Antara A dan B. Misalkan, f suatu relasi antara A dan B dengan sifat:f mengkaitkan setiap elemen A,dengan satu dan hanya satu elemen B.f disebut fungsi dari A ke B. Ditulis f:A -> B.
Contoh:
Misalkan A = {a,b,c,d} dan B = {1,2,3}. Definisikan suatu fungsi f:A -> B sebagai berikut:
a -> 1,b -> 3,c -> 2,d -> 3 atau f(a) = 1,f(b) = 3,f(c) = 2,f(d) = 3.
Gambarnya:




B.   Grafik Fungsi dan Sistem Koordinat
Suatu fungsi dapat digambar grafiknya dengan cara menggambarkan pasangan-pasangan tertentu dari fungsi tersebut.
Contoh:


C.   Daerah Definisi(Domain) dan Daerah Nilai (Range)
Pandang suatu fungsi f: A -> B. Himpunan A disebut daerah definisi(domain)dari f,ditulis A = Df Himpunan B disebut kodomain dari f ditulis B = Kf Rf = {y|y = f(x),xE A} suatu himpunan bagian dari B, merupakan himpunan semua peta dari f. Himpunan Rf disebut daerah nilai(ranger) dari fungsi f.
Contoh:
Diketahui f:R# -> R# dengan x -> x2 . Maka Df = R#, sedangkan Rf = {y|y >= 0} = himpunan bilangan nonnegatif.
Grafik fungsi f merupakan setengah lingkaran di atas sumbu x dengan pusat (0,0) dan jari-jari = 1.




D.  Beberapa Jenis Fungsi Real
1.   Fungsi Polinom
-Fungsi Polinom (sukubanyak) mempunyaibentuk bilangan real dan n bilangan bulat positif. Fungsi f(x) diatas disebut polinom berderajat n.
2.   Fungsi Aljabar
-Fungsi Aljabar adalah suatu fungsi y = f(x)yang memenuhi persaman bentuk
3.   Fungsi Transenden
-Fungsi eksponensial
-Fungsi logaritma
-Fungsi trigonometri
-Fungsi siklometri(fungsi invers trigonometri)
-Fungsi Hiperbolik

E.   Beberapa Definisi
a.   Fungsi Konstanta
Fungsi Konstanta adalah suatu fungsi real yang berbentuk: f(x) = k,untuk x
Variable real dan k suatu bulangan real tertentu.
b.   Fungsi Identitas(kesatuan)
c.   Funsi Satu-satu(one-one)
d.   Fungsi Pada(Onto)
e.   Fungsi Komposisi(Tersusun)
f.    Fungsi Invers
g.   Fungsi Eksplisit,Implisit,Berharga banyak
h.   Fungsi Genap
i.     Fungsi Periodik
j.    Fungsi Terbatas
k.   Fungsi Monoton






F.   Contoh-Contoh Menggambar Grafik(dalam Koordinat Cartesius)
1. Grafik Hanya Pada Interval Tertentu
2. Grafik yang mengandung Harga Mutlak
3. Grafik yang mengandung [a]
4. Grafik yang Mengngandung Fungsi Maks dan Min
G.  Fungsi Dalam Bentuk Parameter
Fungsi kadang-kadang lebih mudah dalam bentuk parameter.
Beberapa contoh dalam bentuk parameter:
1.   Sikloida: jika suatu lingkaran berjari-jari a dijalankan di atas sumbu X, suatu titik pada roda akan  mejalani lintasan berupa sikloida.
2.   Hiposikloida: jika sebuah linkaran dijalan pada tepi dalam lingkarang lain yang lebih besar (jari-jari a),terjadi suatu hiposikloida.
Jika a = 4b, persamaan bentuk

H.  Koordinat Polar
`Selain system koordinat Cartesius,dikenal pulsa system koordinat Polar system titik pada bidang dasar kita nyatakan dalampasangan terurut
r= panjang vector posisi titk
P= panjang
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/mata4210/koordinat_polar_files/image006.gif=Sudut polar=sudut antara sumbu polar dengan OP(dengan arah berlawanan jarum jam).sumbu polar diimpitkan dengan sumbu x pada kordinat cartesius. Demikian pula hal nya titik 0.

I.    Fungsi Liner
Jenis fungsi yang sederhana adalah fungsi liner.
Sebuah persamaan dalam bentuk: Ax+By = C, dimana A,B, dan C adalah konstanta-konstana serta A dan B kedua-duanya tidak nol disebut persamaan/fungsi linear. Sebuah fungsi linear pada bilangan real adalah himpunan solusi dari persamaan linear.
J.    Kedudukan Dua Buah Garis Lurus
Kemungkinan dari kedudukan dua buah garis lurus dapat dianalisasi berdasarkan slope kedua garis tersebut. Misalkan diketahui dua buah garis lurus, yaitu l1 : y = m1x + n1 dan l2 : y = m2 x + n2.
Bab V

LIMIT DAN KONTINUITAS FUNGSI
A.   Limit Barisan dan Konvergensi

Perhatikan barisan berikut: 1.79, 1.799, 1.7999 ... Kita dapat mengamati bahwa angka-angka tersebut "mendekati" 1.8, limit dari barisan tersebut.Secara formal, misalkan x1, x2, ... adalah barisan bilangan riil. Kita menyebut bilangan riil L sebagai limit barisan ini dan menuliskannya sebagai
 \lim_{n \to \infty} x_n = L
yang artinya
Untuk setiap bilangan riil ε > 0, terdapat sebuah bilangan asli n0 sehingga untuk semua n > n0, |xn − L| < ε.
Secara intuitif ini berarti bahwa pada akhirnya semua elemen barisan tersebut akan mendekat sebagaimana yang kita kehendaki terhadap limit, karena nilai absolut |xn − L| adalah jarak antara x dan L. Tidak semua barisan memiliki limit. Bila ada, kita menyebutnya sebagai konvergen, bila tidak, disebut divergen. Dapat ditunjukkan bahwa barisan konvergen hanya memiliki satu limit.
Limit barisan dan limit fungsi berkaitan erat. Pada satu sisi, limit barisan hanyalah limit pada tak terhingga dari suatu fungsi yang didefinisikan pada bilangan asli. Di sisi lain, limit sebuah fungsi f pada x, bila ada, sama dengan limit barisan xn = f(x + 1/n).